Fingering adalah latihan untuk
jari-jari kiri dan kanan yang bermanfaat untuk kelenturan jari, atau sering
disebut dengan istilah senam jari. Penjarian menjadi salah satu bagian
terpenting guna menghasilkan tone gitar yang optimal. Agar optimal, ada
beberapa hal yang harus diperhatikan,yaitu :
·
Biasakan untuk menekan senar menggunakan ujung
jemari. Usahakan tidak menekan senar pada atau terlalu dekat dengan besi fret,
karena akan menghasilkan bunyi tidak jelas.
·
Ketika menggerakan pick jangan berlebihan atau
terlalu jauh dari senar/bridge gitar.
Ketika akan memainkan chord atau lick (penggalan nada) yang cepat dan banyak(running notes), biasakan
tangan memegang neck (telapak tangan
tidak menyentuh tepi neck gitar) agar pergerakan tangan kita tidak sulit untuk
bergerak cepat. Teknik seperti ini biasanya banyak dijumpai pada gitaris yang
mempelajari lagu klasik. Namun bukan berarti anda harus memainkan lagu-lagu
klasik. Tidak ada salahnya kita mengaplikasikannya pada permainan gitar
elektrik. Namun bagi gitaris rock/heavy metal, kita melihat banyak yang bermain
justru dengan “membekap” neck
gitar(menggengam neck). Itu bisa saja
terjadi bila memiliki tangan yang besar. Kemungkinan lain adalah gitaris
tersebut jarang memainkan nada-nada cepat dan banyak memainkan bending string
(meliukkan senar), sustaining notes with
vibration (memanjangkan nada dengan vibrasi ), seperti umumnya gitaris
blues. Kesimpulannya adalah gunakan teknik fingering secara proporsional dan
sesuai keadaan. Jika kita banyak memainkan nada cepat yang membutuhkan
penjarian yang lebar, otomatis ibu jari berada dibelakang neck dan tidak menggenggam neck
gitar. Teknik sebaliknya kita gunakan jika jarang memainkan nada-nada
cepat, banyak mengutamakan bending, sustaining, dan nada-nada melodis
seperti pada jenis musik blues.
Biasakan juga untuk “bermain pada posisinya”.
Artinya, posisi ditentukan oleh fret dimana jari telunjuk berada. Jika jari
telunjuk berada di fret ke lima, maka fingering kita berada di posisi ke
lima,dst. Apabila jari telunjuk telah menekan sebuah nada pada posisi fret (missal
ke lima), maka jari-jari lain secara otomatis akan menempati posisinya
masing-masing, yaitu jari tengah pada fret ke enam, jari manis pada fret ke
tujuh, jari kelingking pada fret ke delapan. Jadi biasakan jari-jari untuk
tetap rapi, berada diposisinya masing-masing. Biasakan pula untuk melatih jari
kelingking dengan sering menggunakannya. Memang jari kelingking lebih kecil dan
lemah serta jarang digunakan oleh banyak gitaris, namun tetap berusaha agar
bisa sempurna.
No comments:
Post a Comment